HomeModul
0 vote
15 views
. Soal Sejarah oleh Pemula (59) | 15 views

1 Jawaban

0 vote

Sistem Tonarigumi diperkenalkan oleh tentara pendudukan Kekaisaran Jepang pada Januari 1944, sistem ini pertama kali sebenarnya diperkenalkan di Pulau Jawa yang berada dibawah kontrol Angkatan Darat Kekaisaran Jepang atau Rikugun, namun kemudian menyebar juga ke wilayah yang berada di bawah kontrol Angkatan Laut Kekaisaran Jepang atau Kaigun, seperti daerah Sulawesi hingga Indonesia Timur. Fungsi utama dari dibentuknya Tonarigumi adalah untuk memperketat kontrol dan pengawasan tentara pendudukan Kekaisaran Jepang terhadap masyarakat jajahan, sekaligus untuk memperkuat komunikasi antara pemerintahan militer Jepang dengan warga ataupun sesama warga itu sendiri.

Struktur dan Fungsi

Setiap satu Tonarigumi terdiri atas 10 sampai 20 kepala rumah tangga, diketuai oleh Tonarigumichō dan diangkat oleh Kuchō (Lurah). Setiap Tonarigumi harus melaksanakan Tonarigumijōkai (rapat bekala) yang harus dilaporkan sebulan sekali. Setiap lima sampai enam Tonarigumi kemudian disatukan dalam satu struktur yang lebih tinggi, yang disebut Chonaikai (rukun kampung, sekarang disebut sebagai Rukun Warga). Chonaikai itu dahulu sebenarnya ukurannya adalah satu kampung atau satu desa dan setiap Chonaikai harus melakukan Azajōkai (rapat bekala tingkat Chonaikai) setiap sebual sekali.

Pembentukan Tonarigumi ini memudahkan tentara pendudukan Kekaisaran Jepang untuk mengontrol warga dan juga untuk melakukan mobilisasi sumber daya alam maupun manusia guna kepentingan Kekaisaran Jepang. Jumlah total Tonarigumi di Pulau Jawa saat Kekaisaran Jepang berkuasa ada sekitar 508.745 yang terdiri dari total 8.967.320 kepala rumah tangga di seluruh Jawa saat itu.

oleh Pemula (4,580)
1141 Online
1 Anggota And 1140 Tamu
7,104 soal
7,674 jawaban
32 komentar
868 anggota